PERKEMBANGAN
FILSAFAT
Filsafat, terutama Filsafat barat muncul di
Yunani semenjak kira-kira abad ke 7 S.M.. Filsafat muncul ketika orang-orang
mulai memikirkan dan berdiskusi akan keadaan alam, dunia, dan lingkungan di
sekitar mereka dan tidak menggantungkan diri kepada [agama] lagi untuk mencari
jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini. Banyak yang bertanya-tanya mengapa
filsafat muncul di Yunani dan tidak di daerah yang beradab lain kala itu
seperti Babilonia,
Yudea (Israel)
atau Mesir.
Jawabannya sederhana: di Yunani, tidak seperti di daerah lain-lainnya tidak ada
kasta
pendeta sehingga secara intelektual orang lebih bebas. Orang Yunani pertama yang
bisa diberi gelar filsuf ialah Thales yang juga mendapat julukan father of
philosophy atau bapak filsafat dari Mileta, sekarang di pesisir barat Turki. Tetapi
filsuf-filsuf Yunani yang terbesar tentu saja ialah: Sokrates,
Plato
dan Aristoteles.
Sokrates adalah guru Plato sedangkan Aristoteles adalah murid Plato. Bahkan ada
yang berpendapat bahwa sejarah filsafat tidak lain hanyalah “Komentar-komentar
karya Plato belaka”. Hal ini menunjukkan pengaruh Plato yang sangat besar pada
sejarah filsafat (www.usupress.usu.ac.id/Filsafat). Buku karangan plato yg terkenal adalah
berjudul "etika, republik, apologi, phaedo, dan krito".
Kata falsafah atau filsafat dalam bahasa Indonesia
merupakan kata serapan dari bahasa Arab
فلسفة, yang juga diambil dari bahasa Yunani;
Φιλοσοφία philosophia. Dalam bahasa ini, kata ini merupakan kata majemuk
dan berasal dari kata-kata (philia = persahabatan, cinta dsb.) dan (sophia
= "kebijaksanaan"). Sehingga arti harafiahnya adalah seorang
“pencinta kebijaksanaan”. Dan orang yang mendalami tentang filsafat disebut filsuf.
Apakah Filsafat itu?
Menurut penggetian yang dituliskan di wikipedia Filsafat
adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara
kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar. Secara terminologis Made Pramono, S.S., M.Hum. (2005: 3) mengatakan bahwa “filsafat adalah
kegiatan/ hasil pemikiran/ permenungan yang menyelidiki sekaligus mendasari
segala sesuatu yang berfokus pada makna di balik kenyataan/ teori yang ada
untuk disusun dalam sebuah sistem pengetahuan rasional”. Filsafat tidak didalami dengan melakukan
eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tidak ilmiah mungkin kata orang
sekarang, tetapi dengan mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi
untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu.
Akhir dari proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuah proses dialektika.
Untuk studi falsafi, mutlak diperlukan logika berpikir dan logika bahasa. Objek yang dikaji fisafat mencakup
semua yang ada dan di telaah sampai ke hakikatnya. Tetasp saja objek ini
barsangkutan dengan fakta-fakta yang ada. Filsafat membicarakan masalah dengan
dua cara:
1. Mengajukan kritik atas makna yang
dikandung fakta
2. Menarik kesimpulan yang bersifat
umun dari fakta
Penggolongan fakta-fakta yang ada pada giliranya
menentukan jenis-jenis persalan filsafat, dan ini menjadi sumber dari munculnya
aliran-aliran dan pencabangan-pencabangan filsafat.
Jenis-jenis
persoalan secara umum dipilah menjadi 3 (tim dosen filsafat ilmu UGM, 2001: 12)
dalam buku filsafat ilmu (Made Pramono, S.S., M.Hum: 4):
A. Keberadaan (being) atau eksistensi
(exixtence) yang melahirkan cabang metafisika
B. Pengetahuan (knowledge) atau
kebenaran (truth) cabang epistemologi dan logika
C. Nilai-nilai (values) yang
melahirkan cabang etika (kebaikan) dan estetika (keindahan)
Jadi cabang filsafat itu ada tiga, yaitu:
1) metafisika (sesuatu yang ada di
belakang benda-benda fisik,
2) epistemologi (ilmu yang mempelajari
tentang asal muasal)
3) logika (tentang bagaimana cara
berfikir secara lurus)
Menurut wilayah, filsafat bisa dibagi menjadi:
filsafat barat, filsafat timur, dan filsafat Timur Tengah.
Sementara, menurut latar belakang agama, filsafat dibagi menjadi: filsafat Islam, filsafat Budha, filsafat Hindu, dan filsafat Kristen.
Ø Filsafat Barat
Filsafat Barat adalah ilmu yang biasa dipelajari secara akademis di
universitas-universitas di Eropa dan daerah-daerah jajahan mereka. Filsafat ini
berkembang dari tradisi filsafat orang Yunani kuno.
Tokoh utama filsafat Barat antara lain Plato, Thomas Aquinas,
Réne Descartes, Immanuel Kant,
Georg Hegel, Arthur Schopenhauer, Karl Heinrich Marx, Friedrich Nietzsche, dan Jean-Paul Sartre.
Dalam tradisi filsafat Barat, dikenal adanya pembidangan
dalam filsafat yang menyangkut tema tertentu.
·
Metafisika
mengkaji hakikat segala yang ada. Dalam bidang ini, hakikat yang ada dan
keberadaan (eksistensi) secara umum dikaji secara khusus dalam Ontologi.
Adapun hakikat manusia dan alam semesta dibahas dalam Kosmologi.
·
Epistemologi
mengkaji tentang hakikat dan wilayah pengetahuan (episteme secara
harafiah berarti “pengetahuan”). Epistemologi membahas berbagai hal tentang
pengetahuan seperti batas, sumber, serta kebenaran suatu pengetahuan.
·
Aksiologi
membahas masalah nilai atau norma yang berlaku pada kehidupan manusia. Dari
aksiologi lahirlah dua cabang filsafat yang membahas aspek kualitas hidup
manusia: etika
dan estetika.
·
Etika, atau filsafat
moral, membahas tentang bagaimana seharusnya manusia bertindak dan
mempertanyakan bagaimana kebenaran dari dasar tindakan itu dapat diketahui.
Beberapa topik yang dibahas di sini adalah soal kebaikan, kebenaran, tanggung
jawab, suara hati, dan sebagainya.
·
Estetika
membahas mengenai keindahan dan implikasinya pada kehidupan. Dari estetika
lahirlah berbagai macam teori mengenai kesenian atau aspek seni dari berbagai macam
hasil budaya.
Ø Filsafat Timur
Filsafat Timur adalah tradisi falsafi yang terutama berkembang di Asia, khususnya di India, Republik Rakyat Cina dan daerah-daerah lain
yang pernah dipengaruhi budayanya. Sebuah ciri khas Filsafat Timur ialah
dekatnya hubungan filsafat dengan agama.
Meskipun hal ini kurang lebih juga bisa dikatakan untuk Filsafat Barat,
terutama di Abad Pertengahan, tetapi di Dunia Barat
filsafat ’an sich’
masih lebih menonjol daripada agama.
Nama-nama beberapa filsuf Timur, antara lain Sidharta Budha Gautama/Budha, Bodhidharma,
Lao Tse,
Kong Hu Cu, Zhuang Zi dan juga Mao Zedong.
Ø
Filsafat
Timur Tengah
Filsafat Timur Tengah dilihat dari sejarahnya merupakan para filsuf yang bisa
dikatakan juga merupakan ahli waris tradisi Filsafat Barat. Sebab para filsuf
Timur Tengah yang pertama-tama adalah orang-orang Arab atau orang-orang Islam
dan juga beberapa orang Yahudi,
yang menaklukkan daerah-daerah di sekitar Laut Tengah
dan menjumpai kebudayaan Yunani
dengan tradisi falsafah mereka.
Lalu mereka menterjemahkan dan memberikan komentar terhadap
karya-karya Yunani. Bahkan ketika Eropa
setalah runtuhnya Kekaisaran Romawi masuk ke Abad Pertengahan
dan melupakan karya-karya klasik Yunani, para filsuf Timur Tengah ini
mempelajari karya-karya yang sama dan bahkan terjemahan mereka dipelajari lagi
oleh orang-orang Eropa.
Nama-nama beberapa filsuf Timur Tengah
adalah Ibnu Sina,
Ibnu Tufail,
Kahlil Gibran
dan Averroes.
Ø Filsafat Islam
Filsafat Islam merupakan filsafat yang seluruh cendekianya adalah muslim. Ada sejumlah perbedaan
besar antara filsafat Islam dengan filsafat lain. Pertama, meski semula
filsuf-filsuf muslim klasik menggali kembali karya filsafat Yunani terutama
Aristoteles dan Plotinus, namun kemudian menyesuaikannya dengan ajaran Islam.
Kedua, Islam adalah agama tauhid. Maka, bila
dalam filsafat lain masih 'mencari Tuhan', dalam filsafat Islam justru Tuhan
'sudah ditemukan, dalam arti bukan berarti sudah usang dan tidak dibahas lagi,
namun filsuf islam lebih memusatkan perhatiannya kepada manusia dan alam,
karena sebagaimana kita ketahui, pembahasan Tuhan hanya menjadi sebuah
pembahasan yang tak pernah ada finalnya.
Ø Filsafat Kristen
Filsafat Kristen mulanya disusun oleh para bapa gereja untuk menghadapi
tantangan zaman di abad pertengahan. Saat itu dunia barat yang Kristen tengah
berada dalam zaman kegelapan (dark age). Masyarakat mulai mempertanyakan
kembali kepercayaan agamanya.
Filsafat Kristen banyak berkutat pada masalah ontologis
dan filsafat ketuhanan. Hampir semua filsuf Kristen
adalah teologian atau ahli masalah agama. Sebagai contoh: Santo Thomas Aquinas dan Santo Bonaventura
DAFTAR
PUSTAKA
Ø
Pramono,
Made. Dkk. 2005. “filsafat ilmu”. Surabaya: Unesa University Press
Tidak ada komentar:
Posting Komentar