Jumat, 06 Februari 2015

ANALISIS GERAKAN FREE THROW BOLA BASKET



BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Dewasa ini olahraga bola basket bukan lagi merupakan olah raga yang awam bagi masyarakat Indonesia, khususnya para pelajar baik itu SMP, SMA, mahasiswa, dan bahkan mereka yang sudah berkeluarga. Hal ini dikarenakan tidak lepas dari banyaknya kompetisi bola basket di Indonesia, mahasiswa (CAMPUS LEAGUE), pelajar DBL (Deteksi Basketball League), dan lain sebagainya, hal ini sejalan dengan pemerintah yang telah mencanangkan tekad, yaitu memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat. Sehingga dimaksudkan agar masyarakat gemar berolahraga.
Sodikun, (1992 : 2), menjelaskan bahwa” Permainan bola basket adalah cabang olahraga yang mempunyai nilai-nilai pedagogis, fisiologis, dan sosiologis” Pedagogis dalam permainan bolabasket artinya siswa dapat mentaati peraturan permainan sehingga Ia mendapat pendidikan berupa jiwa disiplin dan sportif. Fisiologis artinya dengan bermain bolabasket maka fungsi fisiologisnya akan meningkat yaitu berupa daya tahan tubuh atau kemampuan kardiovaskulernya. Sosiologis artinya dalam bermain bola basket dapat bekerjasama dengan rekan timnya sehingga dapat menumbuhkan rasa sosial antara tim maupun teman.
Seperti halnya pada cabang olahraga lainya, di dalam permainan bolabasket agar permainan berjalan dengan lancar, baik dan teratur maka setiap pemain dituntut agar mempunyai unsur- unsur permainan, yaitu teknik-teknik dasar permainan bola basket. Adapun teknik-teknik dasar dalam bola basket menurut sodikun (1992 : 76) adalah:
1.       Teknik melempar dan menangkap
2.       Teknik menggiring bola
3.       Teknik menembak
4.       Teknik gerakan berporos
5.       Teknik lay up shoot
6.       Merayah
Apabila ke-enam teknik dasar tersebut sudah dimiliki oleh seorang atlet maka kemungkinan besar dia sudah dapat bermain bola basket dengan baik. Dari teknik-teknik dasar tersebut menembak merupakan salah satu teknik yang mempunyai peranan paling penting, seperti dikatakan  ( wissel,1996:43) Sebetulnya shooting dapat menutupi kelemahan teknik dasar lainnya.
Tembakan  dari bawah ring  basket  yang menghasilkan dua angka yang biasa disebut dengan under the basket shoot (tembakakan dari bawah ring basket) menjadi hal yang ditakuti dalam sebuah tim. Melatih under the basket shoot  yang akurat sangatlah penting karena hal ini akan memaksa lawan untuk memblock dan menempel dengan ketat, hal ini cenderung menguntungkan tim penyerang karena dengan situasi yang seperti ini memungkinkan untuk terjadinya foul. Saat melakukan under the basket shoot pada permainan bolabasket power,fleksibility,streght dan kordinasi sangatlah penting, karena dengan memiliki ke-empat kemampuan tersebut saat melakukan under the basket shoot akan lebih akurat. Under  the basket shoot merupakan salah satu rangkaian teknik dasar yang harus dikuasai pemain serta merupakan senjata untuk mencetak poin, sehingga sangat penting sekali bagi pemain basket untuk berlatih agar dapat menguasainnya. Karena masuk tidaknya tembakan (shooting) bukanlah suatu kebetulan atau keberuntungan belaka. Shooter yang handal merupakan hasil dari latihan bukan dari lahir (Wissel,1996:43).
Melihat dari latar belakang di atas maka penulis beranggapan bahwa adanya analisis video tersebut, perbasketan di indonesia akan berkembang nantinya dengan analisis berbagai gerakan yang ada pada olahraga basket tersebut.
B.       Rumusan Masalah
     Berdasarkan uraian latar belakang masalah  di atas, maka muncul permasalahan tentang apa faktor-faktor apa yang mempengaruhi keberhasilan lemparan bola free throw.
C.      Tujuan Penelitian
Karya ilmiah ini dibuat bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa yang mempengaruhi keberhasilan lemparan bola free throw.
D.      Manfaat Penelitian
  1. Bagi Peneliti
Sebagai tugas akhir mata kuliah biomekanik dan sekaligus menjadi sumber pengetahuan baru pada cabang olahraga bola basket.
  1. Bagi Pemain (Atlet)
Untuk memperbaiki gerakan free throw atau shooting secara keseluruhan. Pada akhirnya meningkatkan prestasinya dalam bola basket.
  1. Bagi  Pelatih
Sebagai bahan referensi atau tolak ukur untuk mengembangkan kemampuan atlet mereka.
4.      Bagi Unesa
            Termasuk dalam salah satu fungsi dari tridarma perguruan tinggi yakni penelitian. Penelitihan yang nantinya akan berguna bagi masyarakat.

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Hakekat Bola Basket
Permainan Bola Basket merupakan salah satu olahraga yang menggunakan bola besar. Bola basket adalah olahraga bola berkelompok yang terdiri atas dua tim yang beranggotakan masing-masing lima orang yang saling bertanding mencetak poin dengan memasukkan bola ke dalam keranjang lawan dan mencegah lawan untuk mencetak angka. Permainan bola basket juga lebih kompetitif karena tempo permainan cenderung lebih cepat jika dibandingkan dengan olahraga bola yang lain, seperti voli dan sepak bola. Ada 3 posisi utama dalam permainan bola basket, yaitu : 1) Forward, pemain yang memiliki tugas utama yakni mencetak poin dengan memasukkan bola ke keranjang lawan, 2) Guard, pemain yang mengisi posisi wing dan bertugas untuk menjadi orang pertama yang melakukan defense, 3) Center, pemain yang menjadi poros permainan ketika bertahan dan menyerang dan biasanya berada di bawah ring (www.cyberblogsz.blogspot.com).
Dalam permainan bola basket ada beberapa teknik dasar yang wajib dikuasai setiap pebola basket. Diantaranya adalah: Passing (Mengoper), shooting (Menembak), dribling (Menggiring), lay up (Lay Up), ballhandling (Penguasaan), rebound (Bola Pantul), dan Pivot (Poros).

B.     Hakekat Free Throw
Free throw adalah tembakan yang dihasilkan dari pelanggaran yang dilakukan oleh pemain bertahan ketika pemain penyerang telah melakukan langkah menuju ke ring. Free throw dilakukan dari dalam area free throw yang berbentuk lingkaran.
Gambar 1: Lapangan Basket
Dalam teknik free throw ada beberapa prinsip yang secara umum telah diterapkan untuk mencapai keberhasilan free throw, yakni menghasilkan poin. Prinsip tersebut biasa disingkat dengan kata BEEF, singkatan dari Balance (Keseimbangan), Eye (Mata), Elbow (Siku), Follow Throw (Gerak Lanjutan).
·         Balance (Keseimbangan)
Keseimbangan sangat diperlukan saat melakukan tambakan apapun dalam bola basket, termasuk free throw. Sebelum melakukan tembakan pastikan tubuh telah memiliki keseimbangan yang bagus, dengan keseimbangan yang bagus maka pergerakan tubuh akan mudah dikontrol jadi bisa meminimalisir gerakan yang tidak terkendali.
·         Eye (Mata)
Fokus terhadap target sangat mendukung dari keberhasilan tembakan. hal ini berhubungan dengan tingkat kosentrasi atlet. Jadi atlet dituntut untuk berkonsentrasi secara penuh (fokus) ketika akan melakukan tembakan. arinya bisa me-menage gangguan-gangguan yang bisa merusak konsentrasi baik dari dalam maupun luar. Gangguan dari dalam seperti: kepercayaan diri, keyakinan, kekecewaan terhadap tindakan sebelumnya, keberanian, dll. Gangguan dari luar bisa berupa: teriakan dari penonton, tekanan dari lawan, pelatih, kawan sendiri, teriakan, dll.
·         Elbow (Siku)
Siku merupakan anggota gerak tubuh bagan atas yang bersinggungan langsung dengan bola yang ditujukan untuk masuk ke dalam keranjang. Oleh karena itu siku memiliki peran vital dalam keberhasilan tebakan free throw. Sudut yang tepat digunakan untuk menembak dalam bola basket, menurut para pengamat 90 derajat adalah sudut yang memenuhi sarat bagi siku untuk memperoleh keberhasilan tembakan yang bagus. Dengan sudut lemparan 45 derajat (parabola).
·         Follow Through (Gerak Lanjutan)
Gerakan lanjutan adalah gerakan alami sesuai anatomi tubuh manusia yang bergerak sendirinya karena gerakan inti yang dilakukan oleh seseorang, dalam hal  ini gerakan menembak bola. gerakan ini sesuai dengan hukum 1 Newton berbunyi: Benda yang dalam keadaan diam akan mempertahankan keadaannya untuk tetap diam dan benda yang sedang bergerak lurus beraturan akan cenderung mempertahankan keadaannya untuk bergerak lurus beraturan dalam arah yang sama selama tidak ada gaya yang bekerja padanya”. Gerakan lanjutan tersebut akan segera terjadi setelah seseorang melakukan gerakan menembak dengan benar. Jika gerakan ini tidak terjadi, sama saja dengan menahan gerakan alami tubuh. Efeknya akan terasa pada gerakan selanjutnya. Jadi gerakan lanjutan sangat penting untuk dilakukan oleh pemain olahraga apapun untuk menjaga agar tenik yang dilakukannya tidak menimbulkan resiko negatif bagi teknik-teknik lainnya.
·         Berikut adalah visualisasi dalam gambar gerakan free throw.
Gambar 2: Gerakan Free Throw
C.    Hakekat Gerakan
Gerak adalah suatu perubahan tempat kedudukan pada suatu benda dari titik keseimbangan awal. Jenis-jenis atau macam-macam gerak:
·         Gerak semu adalah gerak yang sifatnya seolah-olah bergerak atau tidak sebenarnya (ilusi).
·         Gerak ganda adalah gerak yang terjadi secara bersamaan terhadap benda-benda yang ada disekitarnya.
·         Gerak lurus adalah gerak pada suatu benda melalui lintasan garis lurus.
-          Gerak Lurus Beraturan (GLB)
Adalah gerak suatu benda yang lurus berturan dengan kecepatan yang tetap dan stabil.
-          Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB)
Adalah gerak suatu benda yang tidak beraturan dengan kecepatan yang berubah-ubah dari waktu ke waktu (www.organisasi.org).
·         Konsep Dasar Gerak
-          Gerak Lokomotor
Gerak lokomotor adalah gerak memindahkan tubuh dari satu tempat ke tempat yang lain. Macam-macam gerak lokomotor, yaitu: lari, lompat, loncat, leaping, jingkat, menderap, sliding, skiping,rolling,dan memanjat. Bentuk-bentuk latihan gerak lokomotor, misalnya:
Berjalan, jalan adalah aktivitas gerak memindahkan tubuh dari satu tempat ke tempat yang lain, pada saat kaki melakukan pergantian langkah salah satu kaki tetap menumpu pada dasar pijakan. Dengan konsep di atas, berjalan dapat dilakukan dengan kaki, dengan tangan, dengan kaki dan tangan, dengan tubuh; demikian juga arahnya, ke depan dan ke belakang, ke samping kiri dan kanan, dalam hal usaha, bisa cepat, lambat, keras, perlahan, terhenti-henti, berkelanjutan; dalam hal keterhubungan, bisa di sekitar ruangan, di sekitar teman sendiri, melintasi atau melangkahi alat, dsb.
Berlari, berlari adalah aktivitas gerak memindahkan tubuh dari satu tempat ke tempat yang lain, pada saat kaki melakukan pergantian langkah badan dalam keadaan melayang di udara. Aplikasikan konsep-konsep di atas, sesuai dengan tema berlari.
Berjingkat
, berjingkat adalah aktivitas memindahkan tubuh dari satu tempat ke tempat yang lain dengan menggunakan satu kaki, menumpu dan mendarat menggunakan satu kaki, sedangkan satu kaki yang lain ditekuk pada bagian lutut sehingga tidak menyentuh tanah. Keterampilan berjingkat selain sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari juga sering digunakan dalam aktivitas motorik pada beberapa cabang olahraga seperti lompat jangkit, sepak bola, bola voli dan bola basket.
Meloncat, meloncat adalah gerakan memindahkan tubuh dengan menggunakan dua atau satu kaki tumpu dari satu ketinggian dan mendarat tidak harus menggunakan kaki.
Menderap, menderap atau mencongkang adalah gerakan berjalan dipadukan dengan lompat (leaping), arah dapat ke depan maupun ke belakang. Gerakan ini seperti kuda pada saat berlari kencang (menderap), tetapi hanya dilakukan dengan menggunakan dua kaki.
Merayap
, merayap adalah gerakan yang dilakukan dengan posisi tubuh telungkup di atas permukaan, tangan dan kaki kiri atau kanan digerakkan maju secara bersama-sama, kemudian kaki mendorong tubuh ke depan, dan kepala sedikit diangkat untuk melihat ke depan.
Memanjat
, memanjat adalah gerakan ke atas atau ke bawah dengan menggunakan kedua tangan dan kaki. Biasanya anggota tubuh bagian atas sebagai alat kontrol utama agar tidak jatuh .
-          Gerakan Nonlokomotor
Gerakan non lokomotor adalah aktivitas yang menggerakkan anggota tubuh pada porosnya dan pelaku tidak pindah tempat. Bentuk-bentuk gerak nonlokomotor, yaitu menghindar, meregangkan otot, memutar dan berputar, mengayunkan kaki, bergantung, menarik, dan yang terakhir adalah mendorong.
Latihan Menghindar
, latihan menghindar sangat berguna dalam berbagai permainan maupun olahraga. Menghindar dapat berupa menghindari benda maupun kawan atau lawan bermain.
Latihan peregangan
, latihan peregangan adalah latihan mengulur otot tubuh, dengan jalan melakukan fleksi atau ektensi atau dengan cara yang lain. Prinsip dasar yang harus dipegang adalah cara mengulur dimulai dengan uluran yang paling ringan kemudian makin lama-makin berat sampai hitungan delapan.
Memutar (meliuk) dan Berputar
, anak-anak perlu diajarkan bagaimana meliukkan tubuh kurang dari 180-200 derajat dan memutar tubuh 360 derajat. Gerakan ini berguna untuk meningkatkan keseimbangan statis atau kesadaran vestibular.
Bergantung
, bergantung adalah aktivitas menahan berat badan dengan jalan tangan memegang palang atau tali. Meskipun sudah memasuki usia SMP, tidak semua anak dapat melakukan bergantung mengangkat tubuh (pull-up), sehingga untuk mereka cukup belajar menggantung dengan jalan tangan memegang palang atau pada tali.
Menarik dan mendorong, menarik adalah gerakan menggunakan tenaga terhadap obyek atau orang lain agar obyek atau orang yang jaraknya jauh si penarik menjadi dekat dengan tubuh penarik.
Gerakan Manipulatif
, gerakan manipulatif adalah keterampilan motorik yang melibatkan penguasaan terhadap objek di luar tubuh oleh tubuh atau bagian tubuh. Dilihat dari jenisnya, keterampilan manipulatif dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu:
Menjauhkan obyek: melempar, memukul, menendang.
Menambah penguasaan: menangkap, mengumpulkan, mengambil.
Bergerak bersama: membawa, memantul-mantulkan (dribbling).
Menggelindingkan benda
, menggelindingkan benda dapat berupa benda bulat seperti bola, atau benda yang berbentuk lingkaran, seperti cakram, ban sepeda dan sebagainya. Guru harus memilih benda-benda tersebut yang berat dan ukurannya sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan motoriknya.
Melempar
, melempar merupakan gerak manupulatif untuk menjauhkan obyek dari tubuh dengan menggunakan satu atau dua tangan.
Menangkap
, menangkap adalah keterampilan gerak dasar manipulatif untuk menghentikan momentum suatu obyek dengan menggunakan tangan. Menangkap biasanya dipengaruhi oleh kemampuan visual untuk mengikuti gerakan obyek.
Menendang
, menendang adalah keterampilan gerak manipulatif di mana kaki digunakan untuk memukul obyek. Latihan menendang dapat dilakukan dengan dua bentuk, yaitu menendang obyek yang ada di tanah, dan menendang obyek dengan cara voli (obyek masih berada di udara).
Menggiring, menggiring bola adalah keterampilan gerak manipulatif yang menggunakan koordinasi antara mata-kaki dan mata-tangan untuk membawa bola dari satu tempat ke tempat yang lain. Dalam permainan sepak bola menggiring bola dilakukan dengan menggunakan kaki, sedangkan dalam permainan bola basket menggiring bola dilakukan dengan menggunakan tangan dengan jalan bola dipantul-pantulkan ke lantai.
Memukul
, Memukul adalah suatu aksi menggunakan satu atau dua tangan atau suatu alat untuk mendorong (memberikan daya pada) suatu obyek. Anak-anak kelas satu dan dua masih sulit memukul benda bergerak, dan memukul menggunakan tongkat yang bulat, karena kesadaran visualnya masih rendah. Untuk melatih keterampilan memukul sebaiknya menggunakan alat pemukul yang pipih dengan permukaan untuk memukul lebar, sedangkan bola yang digunakan sebaiknya bola yang ringan.
D.    Analisis Gerakan Free throw
Sesuai dengan prinsip BEEF, maka analisis video tersebut adalah sebagai berikut:
a.       Balance (Keseimbangan)
Gambar 3: Awalan Tumpuan Free Throw
Keseimbangan atlet sudah benar karena dia mendekatkan tubuhnya ke tanah dengan cara menekuk lutut menjadi 85,1 derajat dan membuka kaki selebar bahu. Hal tersebut tentunya berpengaruh pada kestabilan dan kekuatan tubuh dalam melakukan teknik tembakan. Karena menurut para peneliti, semakin dekat titik berat tubuh dengan bumi, maka kestabilan dan kekuatan tubuh lebih besar dari pada posisi yang tidak mendekatkan titik berat tubuh pada bumi.
Titik berat benda/ tubuh merupakan titik di mana seluruh gaya yang bekerja sama dengan nol. Titik berat sebuah benda disebut juga titik keseimbangan benda atau titik di mana benda akan seimbang tanpa ada kecenderungan untuk berputar. Titik berat sering pula diidentifikasi sebagai titik di mana seluruh berat benda tersebut terpusat; titik di mana berat benda bekerja. Pada gambar di bawah titik tersebut digambarkan sebagai perpotongan sumbu X, Y, dan Z  (www.file.upi.edu).
Gambar 4: Titik Berat Tubuh
b.      Eye (Mata)
Gambar 5: Fokus Mata
Pandangan mata atlet telah tertuju pada target sasaran tembakan dengan benar. Perhatian atlet sudah dipastikan  hanya pada ring basket. Konsentrasi atlet juga terjaga karena tidak ada gangguan apapun dari luar, yang memungkinkan terjadi adalah gangguan dari dalam diri atlet saja.

c.       Elbow (Siku)
Gambar 6: Sudut Siku
Siku atlet yang merupakan anggota gerak tubuh bagian atas yang bersinggungan langsung dengan bola yang dilempar ke ring basket memiliki sudut sebesar 72, 2 derajat. Hal ini jelas tidak sesuai dengan aturan besar sudut pada prinsip BEEF yang menganjurkan 90 derajat. Ini yang membuat kenapa tembakan free throw yang dilakukan atlet kurang sempurna sehingga menghasilkan tembakan yang tidak masuk.
d.      Follow Through
Gambar 7: Follow Through
Gerakan lanjutan yang dilakukan oleh atlet realtig sudah benar karena setelah melakukan gerakan tembakan atlet berjalan ke depan. Kenapa ke depan?, hal tersebut terjadi karena tembakan yang terjadi terarah ke depan dan gerakan tubuh juga condong ke depan. Maka hal tersebut bisa di bilang sesuai dan memenuhi hukum 1 newton.

E.     Analisis Fisiologis
Teknik tembakan Free throw merupakan teknik tembakan yang tidak membutuhkan gerakan yang terlalu banyak seperti jump shoot ataupun lay up shoot.  Otot-otot yang berkontraksipun sedikit hanya disekitar lengan dan tungkai.
Untuk otot tungkai yang berkontraksi meliputi: Quadriceps, Gastrocnemous, gluteus maximus, dan suleus. Sehingga pengaruh dari sekelompok otot tungkai tersebut sangat mempengaruhi keberhasilan tembakan free throw. Oleh karena itu, wajib hukumnya untuk menguatkan sekelompok otot tersebut dan untuk menguatkan sekelompok otot tersebut, atlet bisa melakukan beberapa latiahan berikut: Leg press, glute, dan sitting calf.
Untuk otot lengan , berikut beberapa otot yang berkontraksi pada gerakan tersebut: Triceps, wrist ekstensor, bracialis, dan deltoid. Dan utuk melatih sekelompok beberapa latihan berikut bisa dilakukan: Shoulder press, dan reha ercolina.

BAB III PENUTUP

A.    Saran
Gerakan free throw yang kami analisis tidak dapat menghasilkan poin dikarenakan beberapa faktor yang dapat mengurangi keberhasilan dalam melakukan free throw. Walaupun seorang atlet telah menerapkan prinsip BEEF yang terdiri dari Balance (keseimbangan), Eye (koordinasi mata), Elbow (siku), dan Followthrough (gerak lanjut). Diantaranya faktor psikologi, emosional, intensitas latihan, maupun komponen kondisi fisik lainnya. Karena walaupun teknik sudah sangat baik dan sesuai dengan teknik khalayak umum, tetap saja faktor-faktor lainnya sangat berpengaruh terhadap keberhasilan melakakukan free throw terutama faktor psikologi dan intensitas latihan.
B.     Kesimpulan
Gerakan menembak bebas (freethrow) dapat dilakukan dengan benar dan baik apabila menerapkan prinsip BEEF dan juga memperhatikan faktor pendukung keberhasilan lain yang mana hal tersebut dapat dilatih dengan rutin sehingga membantu meminimalisir tingkat kegagalan melakukan freethrow tersebut.


DAFTAR PUSTAKA

http://file.upi.edu/Direktori/FPOK/JUR._PEND._KEPELATIHAN/196510171992031-YADI_SUNARYADI/Biomekanika_Olahraga/TITIK_BERAT_DAN_STABILITAS.pdf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar