BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Dewasa ini olahraga bola basket bukan lagi merupakan olah raga
yang awam bagi masyarakat Indonesia, khususnya para pelajar baik itu SMP, SMA, mahasiswa, dan bahkan mereka yang sudah
berkeluarga. Hal ini dikarenakan tidak lepas dari banyaknya kompetisi bola
basket di Indonesia, mahasiswa (CAMPUS
LEAGUE), pelajar DBL (Deteksi
Basketball League), dan lain sebagainya, hal ini sejalan dengan pemerintah
yang telah mencanangkan tekad, yaitu memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan
masyarakat. Sehingga dimaksudkan agar masyarakat gemar berolahraga.
Sodikun, (1992 : 2), menjelaskan bahwa” Permainan bola basket
adalah cabang olahraga yang mempunyai nilai-nilai pedagogis, fisiologis, dan
sosiologis” Pedagogis dalam permainan bolabasket artinya siswa dapat mentaati
peraturan permainan sehingga Ia mendapat pendidikan berupa jiwa disiplin dan
sportif. Fisiologis artinya dengan bermain bolabasket maka fungsi fisiologisnya
akan meningkat yaitu berupa daya tahan tubuh atau kemampuan kardiovaskulernya.
Sosiologis artinya dalam bermain bola basket dapat bekerjasama dengan rekan
timnya sehingga dapat menumbuhkan rasa sosial antara tim maupun teman.
Seperti halnya pada cabang olahraga lainya, di dalam permainan
bolabasket agar permainan berjalan dengan lancar, baik dan teratur maka setiap
pemain dituntut agar mempunyai unsur- unsur permainan, yaitu teknik-teknik
dasar permainan bola basket. Adapun teknik-teknik dasar dalam bola basket
menurut sodikun (1992 : 76) adalah:
1. Teknik melempar dan menangkap
2. Teknik menggiring bola
3. Teknik menembak
4. Teknik gerakan berporos
5. Teknik lay up shoot
6. Merayah
Apabila ke-enam teknik dasar tersebut sudah dimiliki oleh seorang
atlet maka kemungkinan besar dia sudah dapat bermain bola basket dengan baik. Dari
teknik-teknik dasar tersebut menembak merupakan salah satu teknik yang
mempunyai peranan paling penting, seperti dikatakan ( wissel,1996:43) Sebetulnya shooting dapat
menutupi kelemahan teknik dasar lainnya.
Tembakan dari bawah ring basket yang
menghasilkan dua angka yang biasa disebut dengan under the basket shoot (tembakakan dari bawah ring basket) menjadi
hal yang ditakuti dalam sebuah tim. Melatih under
the basket shoot yang akurat
sangatlah penting karena hal ini akan memaksa lawan untuk memblock dan menempel
dengan ketat, hal ini cenderung menguntungkan tim penyerang karena dengan
situasi yang seperti ini memungkinkan untuk terjadinya foul. Saat melakukan under the basket shoot pada permainan
bolabasket power,fleksibility,streght
dan kordinasi sangatlah penting, karena dengan memiliki ke-empat kemampuan
tersebut saat melakukan under the basket shoot
akan lebih akurat. Under the basket shoot merupakan salah satu
rangkaian teknik dasar yang harus dikuasai pemain serta merupakan senjata untuk
mencetak poin, sehingga sangat penting sekali bagi pemain basket untuk berlatih
agar dapat menguasainnya. Karena masuk tidaknya tembakan (shooting) bukanlah suatu kebetulan atau keberuntungan belaka. Shooter yang handal merupakan hasil dari
latihan bukan dari lahir (Wissel,1996:43).
Melihat dari latar belakang di atas maka penulis beranggapan bahwa
adanya analisis video tersebut, perbasketan di indonesia
akan berkembang nantinya dengan analisis berbagai gerakan yang ada pada
olahraga basket tersebut.
B.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan uraian latar
belakang masalah di atas, maka muncul permasalahan tentang apa faktor-faktor apa yang mempengaruhi keberhasilan lemparan bola free throw.
C.
Tujuan
Penelitian
Karya ilmiah ini dibuat bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa yang mempengaruhi keberhasilan lemparan bola
free throw.
D.
Manfaat
Penelitian
- Bagi Peneliti
Sebagai tugas akhir mata kuliah biomekanik
dan sekaligus menjadi sumber pengetahuan baru pada cabang olahraga bola basket.
- Bagi Pemain (Atlet)
Untuk memperbaiki gerakan free throw atau
shooting secara keseluruhan. Pada akhirnya meningkatkan prestasinya dalam bola
basket.
- Bagi Pelatih
Sebagai bahan referensi atau tolak ukur untuk
mengembangkan kemampuan atlet mereka.
4.
Bagi Unesa
Termasuk dalam salah satu fungsi
dari tridarma perguruan tinggi yakni penelitian. Penelitihan yang nantinya akan
berguna bagi masyarakat.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Hakekat Bola Basket
Permainan Bola Basket
merupakan salah satu olahraga yang menggunakan bola besar. Bola basket adalah
olahraga bola berkelompok yang terdiri atas dua tim yang beranggotakan
masing-masing lima orang yang saling bertanding mencetak poin dengan memasukkan
bola ke dalam keranjang lawan dan mencegah lawan untuk mencetak angka.
Permainan bola basket juga lebih kompetitif karena tempo permainan cenderung
lebih cepat jika dibandingkan dengan olahraga bola yang lain, seperti voli dan
sepak bola. Ada 3 posisi utama dalam permainan bola basket, yaitu : 1) Forward,
pemain yang memiliki tugas utama yakni mencetak poin dengan memasukkan bola ke
keranjang lawan, 2) Guard, pemain yang mengisi posisi wing dan bertugas untuk menjadi orang pertama
yang melakukan defense, 3) Center, pemain yang menjadi poros permainan ketika
bertahan dan menyerang dan biasanya berada di bawah ring (www.cyberblogsz.blogspot.com).
Dalam permainan bola basket ada beberapa teknik dasar yang wajib dikuasai
setiap pebola basket. Diantaranya adalah: Passing
(Mengoper), shooting (Menembak), dribling (Menggiring), lay up (Lay Up), ballhandling (Penguasaan), rebound
(Bola Pantul), dan Pivot (Poros).
B. Hakekat Free Throw
Free throw adalah tembakan yang dihasilkan dari pelanggaran yang dilakukan
oleh pemain bertahan ketika pemain penyerang telah melakukan langkah menuju ke
ring. Free throw dilakukan dari dalam area free
throw yang berbentuk lingkaran.

Gambar 1: Lapangan
Basket
Dalam teknik free throw ada beberapa prinsip yang secara umum telah
diterapkan untuk mencapai keberhasilan free
throw, yakni menghasilkan poin.
Prinsip tersebut biasa disingkat dengan kata BEEF, singkatan dari Balance
(Keseimbangan), Eye (Mata), Elbow (Siku), Follow Throw (Gerak Lanjutan).
·
Balance (Keseimbangan)
Keseimbangan sangat diperlukan saat melakukan
tambakan apapun dalam bola basket, termasuk free
throw. Sebelum melakukan tembakan pastikan tubuh telah memiliki
keseimbangan yang bagus, dengan keseimbangan yang bagus maka pergerakan tubuh
akan mudah dikontrol jadi bisa meminimalisir gerakan yang tidak terkendali.
·
Eye (Mata)
Fokus terhadap target sangat mendukung dari
keberhasilan tembakan. hal ini berhubungan dengan tingkat kosentrasi atlet.
Jadi atlet dituntut untuk berkonsentrasi secara penuh (fokus) ketika akan
melakukan tembakan. arinya bisa me-menage
gangguan-gangguan yang bisa merusak konsentrasi baik dari dalam maupun
luar. Gangguan dari dalam seperti: kepercayaan diri, keyakinan, kekecewaan
terhadap tindakan sebelumnya, keberanian, dll. Gangguan dari luar bisa berupa:
teriakan dari penonton, tekanan dari lawan, pelatih, kawan sendiri, teriakan,
dll.
·
Elbow (Siku)
Siku merupakan anggota gerak tubuh bagan atas
yang bersinggungan langsung dengan bola yang ditujukan untuk masuk ke dalam
keranjang. Oleh karena itu siku memiliki peran vital dalam keberhasilan tebakan
free throw. Sudut yang tepat
digunakan untuk menembak dalam bola basket, menurut para pengamat 90 derajat
adalah sudut yang memenuhi sarat bagi siku untuk memperoleh keberhasilan
tembakan yang bagus. Dengan sudut lemparan 45 derajat (parabola).
·
Follow Through (Gerak Lanjutan)
Gerakan lanjutan adalah gerakan alami sesuai
anatomi tubuh manusia yang bergerak sendirinya karena gerakan inti yang
dilakukan oleh seseorang, dalam hal ini
gerakan menembak bola. gerakan ini sesuai dengan hukum 1 Newton
berbunyi: “Benda yang dalam keadaan diam akan mempertahankan keadaannya untuk
tetap diam dan benda yang sedang bergerak lurus beraturan akan cenderung
mempertahankan keadaannya untuk bergerak lurus beraturan dalam arah yang sama
selama tidak ada gaya yang bekerja padanya”. Gerakan lanjutan tersebut akan segera terjadi
setelah seseorang melakukan gerakan menembak dengan benar. Jika gerakan ini
tidak terjadi, sama saja dengan menahan gerakan alami tubuh. Efeknya akan
terasa pada gerakan selanjutnya. Jadi gerakan lanjutan sangat penting untuk dilakukan
oleh pemain olahraga apapun untuk menjaga agar tenik yang dilakukannya tidak
menimbulkan resiko negatif bagi teknik-teknik lainnya.
·
Berikut adalah visualisasi dalam gambar
gerakan free throw.

Gambar 2: Gerakan Free Throw
C. Hakekat Gerakan
Gerak adalah suatu perubahan tempat kedudukan pada suatu benda dari titik
keseimbangan awal. Jenis-jenis atau macam-macam gerak:
·
Gerak semu adalah gerak yang sifatnya
seolah-olah bergerak atau tidak sebenarnya (ilusi).
·
Gerak ganda adalah gerak yang terjadi secara
bersamaan terhadap benda-benda yang ada disekitarnya.
·
Gerak lurus adalah gerak pada suatu benda
melalui lintasan garis lurus.
-
Gerak Lurus Beraturan (GLB)
Adalah gerak suatu benda yang lurus berturan
dengan kecepatan yang tetap dan stabil.
-
Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB)
Adalah gerak suatu benda yang tidak beraturan
dengan kecepatan yang berubah-ubah dari waktu ke waktu (www.organisasi.org).
·
Konsep Dasar Gerak
-
Gerak Lokomotor
Gerak lokomotor adalah
gerak memindahkan tubuh dari satu tempat ke tempat yang lain. Macam-macam gerak
lokomotor, yaitu: lari, lompat, loncat, leaping, jingkat, menderap, sliding,
skiping,rolling,dan memanjat. Bentuk-bentuk latihan gerak lokomotor, misalnya:
Berjalan, jalan adalah aktivitas gerak memindahkan tubuh
dari satu tempat ke tempat yang lain, pada saat kaki melakukan pergantian
langkah salah satu kaki tetap menumpu pada dasar pijakan. Dengan konsep di
atas, berjalan dapat dilakukan dengan kaki, dengan tangan, dengan kaki dan
tangan, dengan tubuh; demikian juga arahnya, ke depan dan ke belakang, ke
samping kiri dan kanan, dalam hal usaha, bisa cepat, lambat, keras, perlahan,
terhenti-henti, berkelanjutan; dalam hal keterhubungan, bisa di sekitar
ruangan, di sekitar teman sendiri, melintasi atau melangkahi alat, dsb.
Berlari, berlari adalah aktivitas gerak memindahkan tubuh dari satu tempat
ke tempat yang lain, pada saat kaki melakukan pergantian langkah badan dalam
keadaan melayang di udara. Aplikasikan konsep-konsep di atas, sesuai dengan
tema berlari.
Berjingkat, berjingkat adalah aktivitas memindahkan tubuh dari satu tempat ke tempat yang lain dengan menggunakan satu kaki, menumpu dan mendarat menggunakan satu kaki, sedangkan satu kaki yang lain ditekuk pada bagian lutut sehingga tidak menyentuh tanah. Keterampilan berjingkat selain sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari juga sering digunakan dalam aktivitas motorik pada beberapa cabang olahraga seperti lompat jangkit, sepak bola, bola voli dan bola basket.
Berjingkat, berjingkat adalah aktivitas memindahkan tubuh dari satu tempat ke tempat yang lain dengan menggunakan satu kaki, menumpu dan mendarat menggunakan satu kaki, sedangkan satu kaki yang lain ditekuk pada bagian lutut sehingga tidak menyentuh tanah. Keterampilan berjingkat selain sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari juga sering digunakan dalam aktivitas motorik pada beberapa cabang olahraga seperti lompat jangkit, sepak bola, bola voli dan bola basket.
Meloncat, meloncat adalah gerakan memindahkan tubuh dengan menggunakan dua
atau satu kaki tumpu dari satu ketinggian dan mendarat tidak harus menggunakan
kaki.
Menderap, menderap atau mencongkang adalah gerakan berjalan dipadukan dengan
lompat (leaping), arah dapat ke depan maupun ke belakang. Gerakan ini seperti
kuda pada saat berlari kencang (menderap), tetapi hanya dilakukan dengan
menggunakan dua kaki.
Merayap, merayap adalah gerakan yang dilakukan dengan posisi tubuh telungkup di atas permukaan, tangan dan kaki kiri atau kanan digerakkan maju secara bersama-sama, kemudian kaki mendorong tubuh ke depan, dan kepala sedikit diangkat untuk melihat ke depan.
Memanjat, memanjat adalah gerakan ke atas atau ke bawah dengan menggunakan kedua tangan dan kaki. Biasanya anggota tubuh bagian atas sebagai alat kontrol utama agar tidak jatuh .
Merayap, merayap adalah gerakan yang dilakukan dengan posisi tubuh telungkup di atas permukaan, tangan dan kaki kiri atau kanan digerakkan maju secara bersama-sama, kemudian kaki mendorong tubuh ke depan, dan kepala sedikit diangkat untuk melihat ke depan.
Memanjat, memanjat adalah gerakan ke atas atau ke bawah dengan menggunakan kedua tangan dan kaki. Biasanya anggota tubuh bagian atas sebagai alat kontrol utama agar tidak jatuh .
-
Gerakan Nonlokomotor
Gerakan non lokomotor
adalah aktivitas yang menggerakkan anggota tubuh pada porosnya dan pelaku tidak
pindah tempat. Bentuk-bentuk gerak nonlokomotor, yaitu menghindar, meregangkan
otot, memutar dan berputar, mengayunkan kaki, bergantung, menarik, dan yang
terakhir adalah mendorong.
Latihan Menghindar, latihan menghindar sangat berguna dalam berbagai permainan maupun olahraga. Menghindar dapat berupa menghindari benda maupun kawan atau lawan bermain.
Latihan peregangan, latihan peregangan adalah latihan mengulur otot tubuh, dengan jalan melakukan fleksi atau ektensi atau dengan cara yang lain. Prinsip dasar yang harus dipegang adalah cara mengulur dimulai dengan uluran yang paling ringan kemudian makin lama-makin berat sampai hitungan delapan.
Memutar (meliuk) dan Berputar, anak-anak perlu diajarkan bagaimana meliukkan tubuh kurang dari 180-200 derajat dan memutar tubuh 360 derajat. Gerakan ini berguna untuk meningkatkan keseimbangan statis atau kesadaran vestibular.
Bergantung, bergantung adalah aktivitas menahan berat badan dengan jalan tangan memegang palang atau tali. Meskipun sudah memasuki usia SMP, tidak semua anak dapat melakukan bergantung mengangkat tubuh (pull-up), sehingga untuk mereka cukup belajar menggantung dengan jalan tangan memegang palang atau pada tali.
Latihan Menghindar, latihan menghindar sangat berguna dalam berbagai permainan maupun olahraga. Menghindar dapat berupa menghindari benda maupun kawan atau lawan bermain.
Latihan peregangan, latihan peregangan adalah latihan mengulur otot tubuh, dengan jalan melakukan fleksi atau ektensi atau dengan cara yang lain. Prinsip dasar yang harus dipegang adalah cara mengulur dimulai dengan uluran yang paling ringan kemudian makin lama-makin berat sampai hitungan delapan.
Memutar (meliuk) dan Berputar, anak-anak perlu diajarkan bagaimana meliukkan tubuh kurang dari 180-200 derajat dan memutar tubuh 360 derajat. Gerakan ini berguna untuk meningkatkan keseimbangan statis atau kesadaran vestibular.
Bergantung, bergantung adalah aktivitas menahan berat badan dengan jalan tangan memegang palang atau tali. Meskipun sudah memasuki usia SMP, tidak semua anak dapat melakukan bergantung mengangkat tubuh (pull-up), sehingga untuk mereka cukup belajar menggantung dengan jalan tangan memegang palang atau pada tali.
Menarik dan mendorong, menarik adalah gerakan menggunakan tenaga
terhadap obyek atau orang lain agar obyek atau orang yang jaraknya jauh si
penarik menjadi dekat dengan tubuh penarik.
Gerakan Manipulatif, gerakan manipulatif adalah keterampilan motorik yang melibatkan penguasaan terhadap objek di luar tubuh oleh tubuh atau bagian tubuh. Dilihat dari jenisnya, keterampilan manipulatif dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu:
Menjauhkan obyek: melempar, memukul, menendang.
Menambah penguasaan: menangkap, mengumpulkan, mengambil.
Bergerak bersama: membawa, memantul-mantulkan (dribbling).
Menggelindingkan benda, menggelindingkan benda dapat berupa benda bulat seperti bola, atau benda yang berbentuk lingkaran, seperti cakram, ban sepeda dan sebagainya. Guru harus memilih benda-benda tersebut yang berat dan ukurannya sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan motoriknya.
Melempar, melempar merupakan gerak manupulatif untuk menjauhkan obyek dari tubuh dengan menggunakan satu atau dua tangan.
Menangkap, menangkap adalah keterampilan gerak dasar manipulatif untuk menghentikan momentum suatu obyek dengan menggunakan tangan. Menangkap biasanya dipengaruhi oleh kemampuan visual untuk mengikuti gerakan obyek.
Menendang, menendang adalah keterampilan gerak manipulatif di mana kaki digunakan untuk memukul obyek. Latihan menendang dapat dilakukan dengan dua bentuk, yaitu menendang obyek yang ada di tanah, dan menendang obyek dengan cara voli (obyek masih berada di udara).
Gerakan Manipulatif, gerakan manipulatif adalah keterampilan motorik yang melibatkan penguasaan terhadap objek di luar tubuh oleh tubuh atau bagian tubuh. Dilihat dari jenisnya, keterampilan manipulatif dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu:
Menjauhkan obyek: melempar, memukul, menendang.
Menambah penguasaan: menangkap, mengumpulkan, mengambil.
Bergerak bersama: membawa, memantul-mantulkan (dribbling).
Menggelindingkan benda, menggelindingkan benda dapat berupa benda bulat seperti bola, atau benda yang berbentuk lingkaran, seperti cakram, ban sepeda dan sebagainya. Guru harus memilih benda-benda tersebut yang berat dan ukurannya sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan motoriknya.
Melempar, melempar merupakan gerak manupulatif untuk menjauhkan obyek dari tubuh dengan menggunakan satu atau dua tangan.
Menangkap, menangkap adalah keterampilan gerak dasar manipulatif untuk menghentikan momentum suatu obyek dengan menggunakan tangan. Menangkap biasanya dipengaruhi oleh kemampuan visual untuk mengikuti gerakan obyek.
Menendang, menendang adalah keterampilan gerak manipulatif di mana kaki digunakan untuk memukul obyek. Latihan menendang dapat dilakukan dengan dua bentuk, yaitu menendang obyek yang ada di tanah, dan menendang obyek dengan cara voli (obyek masih berada di udara).
Menggiring, menggiring bola adalah keterampilan gerak manipulatif yang
menggunakan koordinasi antara mata-kaki dan mata-tangan untuk membawa bola dari
satu tempat ke tempat yang lain. Dalam permainan sepak bola menggiring bola
dilakukan dengan menggunakan kaki, sedangkan dalam permainan bola basket
menggiring bola dilakukan dengan menggunakan tangan dengan jalan bola
dipantul-pantulkan ke lantai.
Memukul, Memukul adalah suatu aksi menggunakan satu atau dua tangan atau suatu alat untuk mendorong (memberikan daya pada) suatu obyek. Anak-anak kelas satu dan dua masih sulit memukul benda bergerak, dan memukul menggunakan tongkat yang bulat, karena kesadaran visualnya masih rendah. Untuk melatih keterampilan memukul sebaiknya menggunakan alat pemukul yang pipih dengan permukaan untuk memukul lebar, sedangkan bola yang digunakan sebaiknya bola yang ringan.
Memukul, Memukul adalah suatu aksi menggunakan satu atau dua tangan atau suatu alat untuk mendorong (memberikan daya pada) suatu obyek. Anak-anak kelas satu dan dua masih sulit memukul benda bergerak, dan memukul menggunakan tongkat yang bulat, karena kesadaran visualnya masih rendah. Untuk melatih keterampilan memukul sebaiknya menggunakan alat pemukul yang pipih dengan permukaan untuk memukul lebar, sedangkan bola yang digunakan sebaiknya bola yang ringan.
D. Analisis Gerakan Free throw
Sesuai dengan prinsip BEEF, maka analisis
video tersebut adalah sebagai berikut:
a. Balance (Keseimbangan)

Gambar 3: Awalan Tumpuan Free Throw
Keseimbangan atlet sudah benar karena dia mendekatkan
tubuhnya ke tanah dengan cara menekuk lutut menjadi 85,1 derajat dan membuka
kaki selebar bahu. Hal tersebut tentunya berpengaruh pada kestabilan dan kekuatan
tubuh dalam melakukan teknik tembakan. Karena menurut para peneliti, semakin
dekat titik berat tubuh dengan bumi, maka kestabilan dan kekuatan tubuh lebih
besar dari pada posisi yang tidak mendekatkan titik berat tubuh pada bumi.
Titik berat benda/ tubuh
merupakan titik di mana seluruh gaya yang bekerja sama dengan nol. Titik berat
sebuah benda disebut juga titik keseimbangan benda atau titik di mana benda
akan seimbang tanpa ada kecenderungan untuk berputar. Titik berat sering pula diidentifikasi
sebagai titik di mana seluruh berat benda tersebut terpusat; titik di mana
berat benda bekerja. Pada gambar di bawah titik tersebut digambarkan sebagai
perpotongan sumbu X, Y, dan Z (www.file.upi.edu).

Gambar 4: Titik Berat Tubuh
b. Eye (Mata)

Gambar 5: Fokus
Mata
Pandangan mata atlet telah tertuju pada
target sasaran tembakan dengan benar. Perhatian atlet sudah dipastikan hanya pada ring basket. Konsentrasi atlet
juga terjaga karena tidak ada gangguan apapun dari luar, yang memungkinkan
terjadi adalah gangguan dari dalam diri atlet saja.
c. Elbow (Siku)

Gambar 6: Sudut Siku
Siku atlet yang merupakan anggota gerak tubuh
bagian atas yang bersinggungan langsung dengan bola yang dilempar ke ring
basket memiliki sudut sebesar 72, 2 derajat. Hal ini jelas tidak sesuai dengan
aturan besar sudut pada prinsip BEEF yang menganjurkan 90 derajat. Ini yang
membuat kenapa tembakan free throw yang
dilakukan atlet kurang sempurna sehingga menghasilkan tembakan yang tidak
masuk.
d.
Follow Through


Gambar 7: Follow Through
Gerakan lanjutan yang dilakukan oleh atlet
realtig sudah benar karena setelah melakukan gerakan tembakan atlet berjalan ke
depan. Kenapa ke depan?, hal tersebut terjadi karena tembakan yang terjadi
terarah ke depan dan gerakan tubuh juga condong ke depan. Maka hal tersebut
bisa di bilang sesuai dan memenuhi hukum 1 newton.
E.
Analisis Fisiologis
Teknik tembakan Free throw
merupakan teknik tembakan yang tidak membutuhkan gerakan yang terlalu banyak
seperti jump shoot ataupun lay up shoot. Otot-otot yang berkontraksipun sedikit hanya
disekitar lengan dan tungkai.
Untuk otot tungkai yang berkontraksi meliputi: Quadriceps, Gastrocnemous,
gluteus maximus, dan suleus. Sehingga pengaruh dari sekelompok otot tungkai
tersebut sangat mempengaruhi keberhasilan tembakan free throw. Oleh karena itu, wajib hukumnya untuk menguatkan
sekelompok otot tersebut dan untuk menguatkan sekelompok otot tersebut, atlet
bisa melakukan beberapa latiahan berikut: Leg press, glute, dan sitting calf.
Untuk otot lengan , berikut beberapa otot yang berkontraksi pada gerakan
tersebut: Triceps, wrist ekstensor, bracialis, dan deltoid. Dan utuk melatih
sekelompok beberapa latihan berikut bisa dilakukan: Shoulder press, dan reha
ercolina.
BAB III
PENUTUP
A. Saran
Gerakan free throw yang kami analisis tidak dapat menghasilkan poin
dikarenakan beberapa faktor yang dapat mengurangi keberhasilan dalam melakukan free throw. Walaupun seorang atlet telah
menerapkan prinsip BEEF yang terdiri dari Balance
(keseimbangan), Eye (koordinasi
mata), Elbow (siku), dan Followthrough (gerak lanjut).
Diantaranya faktor psikologi, emosional, intensitas latihan, maupun komponen
kondisi fisik lainnya. Karena walaupun teknik sudah sangat baik dan sesuai
dengan teknik khalayak umum, tetap saja faktor-faktor lainnya sangat
berpengaruh terhadap keberhasilan melakakukan free throw terutama faktor psikologi dan intensitas latihan.
B. Kesimpulan
Gerakan menembak bebas (freethrow) dapat dilakukan dengan benar
dan baik apabila menerapkan prinsip BEEF dan juga memperhatikan faktor
pendukung keberhasilan lain yang mana hal tersebut dapat dilatih dengan rutin
sehingga membantu meminimalisir tingkat kegagalan melakukan freethrow tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
http://file.upi.edu/Direktori/FPOK/JUR._PEND._KEPELATIHAN/196510171992031-YADI_SUNARYADI/Biomekanika_Olahraga/TITIK_BERAT_DAN_STABILITAS.pdf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar